Kunjungan Ke :

Senin, 09 Januari 2012

AJIAN SERAT JIWA TINGKAT 1 (SUBSTANSI)

"Barang siapa mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya...
Maka Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui..."


Ekstrak Ilmu Kanuragan :

Salam Persahabatan....
Berikut ini merupakan tahapan awal dari cara mempelajari Ajian Serat Jiwa yang berisi sepuluh macam tingkatan ilmu kadigdayaan dan kanuragan...
Untuk dapat mempelajar Ilmu dari Ajian Serat Jiwa tahap ke I, anda dihadapkan pada cara melatih dan memasukkan energi bathin Tingkat Tinggi yakni "Ajian Serat Cakra Manggilingan"...

Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam tubuh setiap manusia terdapat 7 cakra sebagai pusat energi pembangkit dari potensi kekuatan dalam dan bathin..., yang selalu berputar-putar sesuai dengan fungsinya sebagai generator pembangkit kekuatan listrik/energi tubuh pada manusia.
Ketujuh cakra tersebut meliputi : Cakra Mahkota, Solar Plexus, Tenggorokan, Jantung, Mata Ketiga, Abdominal, dan dasar... Yang akan diolah kekuatannya secara bathin dalam kesempatan kali ini  dalam penguasaan Ajian Serat Jiwa Tingkat I.

Untuk lebih jelasnya dapat dibaca referensi sebagai berikut :


Ada tujuh pusat energi atau cakra (seven chakra) yang terletak di kelenjar-kelenjar sepanjang garis tengah pinggang. Setiap cakra merupakan pusaran energi vital yang bergetar secara aktif yang melebar melalui dan disekeliling permukaan tubuh dan mengeluarkan gelombang-gelombang getaran elektromagnetik yang dikenal sebagai Aura.

Di pusat-pusat energi inilah, pikiran dan perasaan pertama kali berperan secara langsung mempengaruhi dan mengatur seluruh fungsi tubuh, metabolisme, sirkulasi, eliminasi, reproduksi. Pada tingkat energi, pengalaman membuktikan kebenaran adanya cakra-cakra itu.

Ketika energi-energi dalam cakra mengalir bebas dan terbuka, seseorang menciptakan suatu keadaan seimbang dan sehat dalam sistem tubuhnya. Ketika semua warna bervibrasi menurut frekuensinya yang sempurna, resultante aura menjadi cahaya putih yang merupakan pembauran ketujuh warna. Cahaya ini beradiasi dari inti kristal atau inti diri seseorang.

Ilustrasi berikut adalah penggambaran ketujuh cakra dengan identitas, arti, letak, warna dan energi yang ditimbulkannya...

1. Cakra Mahkota (puncak kepala) Kelenjar otak kecil
Pusat spiritual, tempat jiwa tak berumah yang berhubungan dengan pusat dan sumber; pembaharuan spritual; berhubungan dengan sang ilahi; tempat mana keinginan-keinginan spritual terbagi ke dalam kepribadian dan hidup sehari-hari.
(Amethyst atau Batu kecubung ; Kuarsa jernih; Teladan; Selenite; Intan), Identifikasi pribadi dengan yang tak terbatas; kesatuan dengan tuhan; kedamaian; kebijaksanaan...

2. Cakra Mata ketiga (ditengah-tengah kening) kelenjar di bawah otak
Pusat persepsi, tempat kesadaran dan persepsi batiniah; pandangan; menggambarkan pusat dan jendela jiwa; kemampuan untuk membedakan ilusi dari realita.
(Amethys atau Batu kecubung; Fluorite; Sodalite; Lapis Lazuli; Luvulite; Azurite; Safir), membersihkan pikiran bawah sadar untuk berhubungan dengan intuisi; pola pikir seimbang; melihat kesempurnaan Ilahi pada seluruh hal; Devosi...

3. Cakra tenggorokan (area tenggorokan thyroid atau gondok)
Pusat ekspresi; komunikasi; kreatifitas seni; sains; musik; sastra; etnik; suara hati; pelatihan diri; suatu afirmasi bagi diri; berbicara dari kebenaran; intuisi intelektual; bahasa; kesadaran; seksualitas; ekspresi verbal dari hari dan pikiran.
(Turquoise, Batu Akik biru, Amazonite; Aquamarine; Celestite; Chrysocholla; Permata silika; Turmaline biru), kemampuan untuk memverbalkan; mengekspresikan kebenaran melalui kekuatan kata yang terucap...

4. Cakra jantung (area hati) Kelenjar Thymus
Pusat cinta; rasa kasihan; energi jiwa yang lebih tinggi; rasa cinta tanpa syarat; cinta yang menyembuhkan; energi yang bersatu dengan sentuhan; cinta diri; impersonal namun dalam dan berarti; berhubungan dengan komunitas.
(Kuarsa mawar; Kunzite; Turmalin merah muda; Malachite; Aventurin hijau; Peridot; Emerald; Dioptase; Turmalin hijau; Rhodochrosite; Morganite; Calcite merah muda), melepaskan tekanan traumatis emosional, kesadaran jiwa/hati, mengekspresikan cinta dalam tindakan...

5. Cakra solar plexus (area pusar) Limpa
Pusat kekuatan; elemen api; dorongan ego; identitas; kepercayaan diri; energi wanita; “saya mampu” ; emosi-emosi yang musnah, asimilasi pengalaman; pencernaan.

6. Cakra abdominal (area alat kelamin) kelenjar prostat
Pusat seks; elemen air rahim; pemeliharaan; aliran bawah sadar akan ketertarikan antara manusia; dirasakan dan tidak dapat dilihat; energi bulan; astral impian; pembauran dengan orang lain, hubungan ibu dengan anak; hubungan antara kekasih.
(Carnelian; Wulfenite; Amber; Ruby; Citrine; Agate atau Batu akik), penggunaan dorongan-dorongan kreativitas ke dalam seluruh aspek kehidupan manusia; kelahiran jiwa yang tinggi; mengarahkan diri kepada devosi...

7. Cakra dasar/akar (dasar punggung) kelenjar adrenal
Pusat pertahanan, energi bumi; dunia eksternal; gerakan-gerakan kesehatan; kerja; uang; hubungan dengan bumi; perlindungan akan pertahanan hidup, keamanan; naluri binatang; pengetahuan akan tubuh.
(Garnet; Ruby; Jasper; Rhodonite; Batu darah; Hermatite; Kuarsa asap; Turmalin hitam; Obsidian hitam; Onyx), menghubungkan dorongan-dorongan jiwa dalam tubuh dengan bumi untuk meraih kemampuan bekerja secara bersemangat...

Untuk lebih mudahnya, penulis menyebutnya dengan "Cakra Manggilingan", yakni pusat generator pembangkit energi dalam manusia yang selalu berputar-putar untuk dapat menciptakan "listrik energi bathin" agar dapat disalurkan menjadi kekuatan yang bermanfaat, baik untuk pengobatan maupun ilmu kadigdayaan ...

PERSYARATAN LELAKU ILMU :
  1. Sediakan waktu khusus untuk berpuasa 1 hari saja dengan ketentuan hari "bebas" dengan menghindari makan sahur dan berbuka dengan makanan yang berunsur hewani...
  2. Menyediakan waktu secara khusus dalam masa lelaku tersebut untuk "bermeditasi = bertafakur = olah rasa dan mantra" dengan membaca do'a amalan ajian secara sungguh-sungguh...
  3. Hendaknya lelaku olah rasa tersebut dilanjutkan setelah masa lelaku puasa hingga 3 sampai 7 hari lamanya agar daya kekuatan bathin "Ajian Serat Cakra Manggilingan" benar-benar meresap ke dalam tubuh anda...

CARA MENGOLAH SERAT CAKRA MANGGILINGAN  :
  1. Sebelumnya awali dengan lelaku sesuci dengan mandi besar dengan keramas pada pukul 12 malam untuk membersihkan kotoran dhahir...
  2. Lanjutkan dengan mengerjakan 2 rokaat sholat hajat dengan khusyu'...
  3. Setelah salam bacalah amalan dzikir : Istighfar 100x ulangan...
  4. Kemudian bacalah : "Laa Ilaha Illallaah..... 100x ulangan.
  5. Diteruskan bacaan Sholawat Nabi 100x ulangan...
  6. Ditutup dengan : "Laa Khaula wala Quwwata illabillaahi 'aliyul azhim..." 100x ulangan...
  7. Akhiri dengan do'a permohonan agar hajat anda dalam mempelajari Ajian Serat Cakra Manggilingan di-ijabahi oleh Raja Penguasa Alam Semesta (Allah Robbul Jalil)...
  8. Kemudian bacalah do'a ajian dengan sungguh-sungguh dengan tata cara sebagai berikut...
DO'A AJIAN YANG HARUS DIBACA :

Duduk bersila secara rileksasi, dengan menempatkan kedua telapak tangan yang terbuka ke atas... pada masing-masing ujung lutut kaki anda yang ditekuk melipat...
Bacalah do'a Ajian di dalam bathin sebagai berikut :

"Bismillahir rohmanir rohiim...
Sang Hyang Walukat Jati Yaa Allah... 
Purbaning Allah...
Dzat wiradat teguhing wulu...
Dzat niyat saking kersaning Allah...."

(Sambil membaca do'a pandangan mata dipertajam menghadap ke depan seakan menghirup kekuatan gaib yang maha dahsyat...)
Lanjutkan dengan membaca dalam bathin...

"Sang Hyang Getiat Jati Yaa Allah...
Purbaning Allah...
Yaa wasesaning Allah...
Dzat wiradat teguhing getih...
Dzat niyat kersaning Allah..."

(Kemudian kepalkan kedua telapak tangan anda  dengan kuat hingga bergetar hebat..., kemudian tarik nafas hisap secara cepat melalui hidung..., lalu hembuskan/tiupkan melalui mulut pada kedua kepalan tangan anda  tersebut yang sudah di angkat di depan mulut... Tegangkan terus getaran pada kedua kepalan tangan anda untuk beberapa saat untuk menyalurkan energi ghaibnya...)
Sambil membaca dalam bathin ....

"Sang Hyang Detiat Jati Yaa Allah...
Purbaning Allah...
Yaa wasesaning Allah...
Dzat wiradat teguhing daging...
Dzat niyat kersaning Allah..."
 
(Turunkan tenaga getar ghaib tersebut dari kepalan tangan menyalur kepada kedua kaki anda sambil menarik nafas hisap cepat dan menghembuskannya 3x ke arah ke dua kaki anda ... cukup dari sugesti  dan  pandangan mata yang tertuju ke arahnya... )
Lanjutkan bacaan dalam bathin....

"Sang Hyang Rohat Jati Yaa Allah...
Purbaning Allah...
Yaa wasesaning Allah...
Dzat wiradat teguhing otot...
Dzat niyat kersaning Allah..."

(Sambil bergerak berdiri spontan hempaskan/hentakkan kedua kaki anda ke tanah sebanyak 3x sambil menahan nafas...)
Lalu akhiri dengan bacaan di dalam bathin...

"Sang Hyang teguhing balung...
Dzat niyat saking kersaning Allah...
Sang Hyang Maha Simat Jati Yaa Allah...
Yaa purbaning Allah...
Wasesaning Allah...
Dzat wiradat teguhing sungsum...
Dzat niat saking kersaning Allah..."

(Kemudian hembuskan nafas anda melalui mulut ke arah depan sebanyak 4x dengan pandangan mata tetap  tajam berwibawa...)

Selanjutnya tahap pendinginan dan netralisir dengan membaca asma' : "Yaa Allahu-Yaa Karimu..." hingga getaran dalam tubuh dan pernafasan anda menjadi alami kembali...

KEISTIMEWAAN AJIAN SERAT JIWA TINGKAT I :
  1. Dengan sering melatih olah bathin cakra manggilingan tersebut..., insyaallah tubuh anda akan kuat/kebal terhadap bahayanya senjata pusaka, wesi aji, ataupun senjata tajam... Apabila selalu berpantang dengan makanan yang berunsur hewani...
  2. Apabila digunakan untuk pukulan setingkat gerakan jurus  tenaga dalam..., ajian ini sangat berbahaya dan dapat membinasakan lawan. Maka berhati-hatilah dalam menggunakannya (bijaksana).
Demikian sedikit kemampuan yang dapat penulis persembahkan kehadirat sahabat semuanya...
Semoga jerih payah yang sedikit ini memiliki manfaat bagi mereka yang gemar mengasah jatidiri...
Insyaallah dilain waktu di sambung pada postingan Ajian Serat Jiwa Tingkat II...
Wasallaam...


ARTIKEL SEBELUMNYA :



1 komentar:

Muhammad yusuf mengatakan...

apakah harus berpantangan terus dengan unsur makanan hewani...apa hanyA dlm melakukan puasa saja,PANTANGAN BERLAKU, setelah itu dibolehkan klo makan, ayam,ikan, daging seafood..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

RECENT COMMENT

FLAG COUNTER

free counters

https://plus.google.com

http://www.e-referrer.com