http://3.bp.blogspot.com/-WH_FEtT_Cvs/USDjPDtErPI/AAAAAAAAAjk/0BNlHdiUu9w/s1600/back+to+top+button.gif Blog Kanuragan Extrem: AJIAN BETAH LUWE = TAHAN LAPAR

Sabtu, 05 Februari 2011

AJIAN BETAH LUWE = TAHAN LAPAR


"AYO KONCO...
PODHO GOLEK BANYU INGKANG BENING"

Extrak Ilmu Kanuragan :

Untuk melengkapi kemampuan anda sebagai pendekar maupun calon pendekar yang membentengi jagat Nusantara ini, alangkah baiknya bila Ajian di bawah ini dijadikan ilmu pelengkap anda.

Sebagai seorang pendekar maupun calon pendekar bangsa, anda harus dituntut untuk banyak mengerjakan lelaku dahir maupun bathin yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anda dalam olah ilmu kanuragan. Untuk itu, ajian berikut sangat perlu untuk dijadikan referensi dari jajaran ilmu kanuragan yang harus anda miliki.

Kali ini yang kita pelajari adalah Ajian Betah Luwe = (Tahan Lapar) yang berfaedah untuk membuat diri anda mampu menahan rasa lapar dan haus di dalam menjalani tirakat apapun, sehingga tidak akan pernah mengalami kegagalan di dalam setiap "lelaku" untuk menjalani sebuah ilmu.

Dalam situasi yang sulit, misalnya bencana peperangan, kelaparan yang panjang ajian ini sangat efektif untuk dijadikan pegangan bagi para gerilyawan/pejuang yang harus mempertahankan wilayah negaranya di dalam goa-goa pertahanan, bunker, maupun hutan-hutan untuk terus tetap exis di dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya (seperti halnya di negara-negara Islam di Timur Tengah = Palestina, Afganistan, etc).

CARA MENGAMALKAN :

1. Tidak dibutuhkan waktu lelaku puasa sampai puluhan hari. Cukup sediakan waktu khusus tepat pada hari kelahiran anda untuk mengerjakan lelaku puasa dengan berpantangan mengandung unsur hewani.
2. Hari kelahiran yang dimaksud adalah hari dimana anda ketika itu dilahirkan oleh Ibunda sesuai kalender yang anda gunakan. Boleh menggunakan penanggalan Jawa, Islam, ataupun Masehi.
3. Sebelum berpuasa, hendaknya menyediakan sepotong gula merah untuk dijadikan sarana ritual lelaku anda ketika akan memulai "makan sahur" dan berniat untuk menjalani Ajian Betah Luwe tersebut.
4. Seperti biasa, kerjakan terlebih dahulu lelaku sesuci pada pukul 12 malam dengan mandi besar dan mengerjakan 2 rokaat sholat hajat.
5. Lalu duduk majelisan, sambil membaca amalan do'a ajian cukup 3x ulangan dengan sungguh-sungguh.
6. Setelah selesai, lalu tiupkan / hembuskan pada gula merah yang telah anda persiapkan sebelumnya...
7. Kemudian berdo'alah kepada Sang Maha Raja Alam Semesta agar anda diberi kemampuan menjadi orang yang kuat/ahli bertirakat.
8. Dilanjutkan anda dipersilahkan makan sahur sekaligus menghabiskan "gula merah" tersebut...
9. Anda dipersilahkan untuk tidur hingga waktu menjalani sholat Subuh tiba. Selebihnya anda tidak diperbolehkan untuk tidur lagi walaupun sesaat hingga 1 hari penuh lelaku puasa anda terselesaikan di terbitnya fajar hari berikutnya.
10. Do'a ajian wajib diamalkan cukup 1x saja setiap selesai mengerjakan sholat wajib. Selanjutnya anda tinggal merawatnya saja setelah selesai lelaku cukup 1x pembacaan di waktu luang anda.

DO'A YANG DIAMALKAN :

"BISMILLAAHIR RAHMAANIR ROHIIM...
ALLAHUMMA SAKAROTIL MAUT...
BADHANKU GUMULUNG CAHYOKU JUMENENG...
YO... INGSUN RATUNE CAHYO...
NGADEG ING DHAMAR MURUB...
URUBE MURUP ING SAJRONING ATI...
TERUS ING PANINGAL...
LAA ILAAHA ILLALAAH MUHAMMADUR ROSULULLAAH..."

Demikian sedikit kemampuan yang dapat penulis paparkan di dalam postingan kali ini. Akhirul kalam semoga memiliki manfaat yang besar bagi mereka yang benar-benar sangat membutuhkannya.
Good lucky dan salam persahabatan selalu...

6 komentar:

budi mengatakan...

assalamualaikum wr.wb
pak soeilstijono saya beloh gabung tdk dalam blog ini ? dan kalau puasanya jam 17:00 wib sore sampai jam 17:00 sore keesokan lg boleh tdk pak?. dan kalau puasa utk diri kita apa saja yg harus kita sedia ?

soelistijono mengatakan...

Siapa saja boleh bergabung.
Puasa yang baik sesuai dengan sunah Rasul yakni diawali dengan Sahur dab diakhiri dengan berbuka puasa.

oteng dua_tujuh mengatakan...

qobiltu...izin mengamalkan amalan ini.terima kasih...

Alurreligius mengatakan...

Pak soelistijono smpai kpn kah hrus merawat ajian itu?

Alurreligius mengatakan...

Pak Soelistijono smpai kpn kh ak hrus merawat ajian trsbut?

Soelistijono Soelistijono mengatakan...

Salam Persahabatan :
Usahkan merawat sebuah ilmu selama ilmu tersebut dirasa memiliki manfaat bagi diri anda...
Ataupun anda dapat merawatnya hingga akhir hayat..., karena "sir" ataupun "karomah" dari sebuah ilmu tidak secepat ketika anda membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kesungguhan hati dan niatan yang ikhlas dan positif.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...